52.77%
Akurasi Keseluruhan
2598
Sampel Latih
650
Sampel Uji
100
Pohon Keputusan
Feature Importance
Feature Importance menunjukkan seberapa besar kontribusi setiap fitur dalam keputusan klasifikasi. Nilai lebih tinggi berarti fitur lebih sering menjadi pemisah di tiap pohon. Mean R dan Mean G cenderung dominan karena perbedaan warna ikan paling terlihat di kanal merah dan hijau.
Confusion Matrix
Ban. Sen. Gul. Gul. Nil. Nil. Kem. Bij.
Bandeng 63 3 5 3 3 13 4 6
Senangin 6 18 15 0 0 3 2 4
Gulamah 6 17 22 0 0 0 3 0
Gulama Putih 5 0 0 8 4 10 18 5
Nila Mozambik 4 2 0 1 36 6 7 10
Nila 5 1 1 4 7 62 11 22
Kembung 8 7 3 2 4 13 51 21
Biji Nangka 4 2 4 1 2 9 11 83
Baris = kelas sebenarnya, Kolom = kelas prediksi. Nilai pada diagonal biru adalah prediksi benar (True Positive). Nilai di luar diagonal adalah kesalahan klasifikasi.
Laporan Klasifikasi per Spesies
Spesies Precision Recall F1-Score Support
01
Bandeng
Chanos chanos
62.4% 63.0% 62.7% 100
02
Senangin
Eleutheronema tetradactylum
36.0% 37.5% 36.7% 48
03
Gulamah
Johnius trachycephalus
44.0% 45.8% 44.9% 48
04
Gulama Putih
Nibea albiflora
42.1% 16.0% 23.2% 50
05
Nila Mozambik
Oreochromis mossambicus
64.3% 54.5% 59.0% 66
06
Nila
Oreochromis niloticus
53.4% 54.9% 54.1% 113
07
Kembung
Rastrelliger faughni
47.7% 46.8% 47.2% 109
08
Biji Nangka
Upeneus moluccensis
55.0% 71.6% 62.2% 116
Interpretasi Metrik pada Tabel di Atas
Precision hijau = ≥85%
Dari semua prediksi spesies X, berapa persen yang benar-benar spesies X. Precision tinggi berarti model jarang salah menyebut spesies lain sebagai spesies ini.
Recall kuning = ≥70%
Dari semua gambar spesies X di data uji, berapa persen yang berhasil terdeteksi. Recall tinggi berarti model jarang melewatkan spesies yang seharusnya terdeteksi.
F1-Score merah = <70%
Rata-rata harmonik Precision dan Recall. Metrik paling seimbang, terutama saat distribusi jumlah sampel tidak merata antar spesies.